Kegiatan 2—teks

AKU ANAK SIAPA? (Bagian B)

Anak Jalanan di Yogyakarta – Bagian B (470 kata)

[1] Pemetaan yang dilakukan oleh LSM Indrianati yaitu lembaga pendampingan anak-anak jalanan perempuan Yogyakarta pada tahun 2000, menemukan sekitar 85 anak jalanan perempuan yang berhasil mereka jangkau. Kebanyakan dari mereka terdiri dari ABG (anak baru gede) atau remaja yang berusia antara 12 sampai 18 tahun. Sebagian besar sudah putus sekolah dan tidak bekerja. Mereka mengandalkan teman-teman sesama anak jalanan laki-laki atau ‘pacar-pacar' mereka untuk mendapatkan uang dan perlindungan. Ketergantungan ini bukannya tanpa imbalan. Anak-anak perempuan ini pada suatu saat juga harus memberikan semacam imbalan yang oleh Anatasia Diansanti, direktur LSM Indrianati, disebut sebagai ‘counter prestasi'. Dalam hal ini pelayanan seks. Sebagian besar dari anak-anak jalanan perempuan ini aktif atau paling tidak pernah melakukan hubungan seksual. Ketergantungan ini menyebabkan ketidakseimbangan posisi antara anak-anak perempuan itu dengan teman laki-laki atau pacar mereka. Ketidakseimbangan ini pada akhirnya memunculkan bentuk-bentuk kekerasan baik fisik, emosional, maupun seksual. Oleh karena itu, anak jalanan perempuan rentan dalam hal kesehatan reproduksi, kehamilan yang tidak dikehendaki, dan kekerasan. Menurut pengamatan Dian, kerentanan dalam hal kesehatan reproduksii ini digambarkan dengan jelas oleh banyaknya anak perempuan yang menderita penyakit menular seksual.

Korban dan Pelaku Kriminalitas

[2] Tidak adanya perlindungan orang dewasa ataupun perlindungan hukum terhadap anak-anak ini, menjadikan anak-anak tersebut rentan terhadap kekerasan. Kekerasan bisa berasal dari sesama anak-anak itu sendiri, atau dari orang-orang yang lebih dewasa yang menyalahgunakan mereka, ataupun dari aparat. Bentuk kekerasan bermacam-macam mulai dari dikompas (dimintai uang), dipukuli, diperkosa, ataupun dirazia dan dijebloskan ke penjara. Namun, anak-anak itu sendiri juga berpotensi menjadi pelaku kekerasan atau tindak kriminal seperti mengompas teman-teman lain yang lebih lemah, pencurian kecil-kecilan, dan perdagangan obat-obat terlarang.

Aku Anak Siapa?

[3] Penanganan terhadap anak-anak jalanan ini harus bersifat terpadu, tidak hanya melibatkan anak itu sendiri, tapi juga keluarga (kalau masih ada), dan masyarakat (termasuk lembaga pemerintah dan negara). Sangatlah sulit memberdayakan anak-anak itu untuk kembali ke masyarkat karena mereka telah terbiasa hidup dengan norma-norma mereka sendiri, yang kadang kala tidak sesuai atau bahkan bertabrakan dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Akan lebih sulit lagi apabila mereka sama sekali sudah terlepas dari orang tua atau keluarga. Mereka perlu diberdayakan untuk bisa melaksanakan fungsinya kembali sebagai pelindung anak. Pemberdayaan juga perlu dilakukan terhadap masyarakat untuk bersedia membuka mata dan hati menerima anak-anak itu sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri. Banyak masyarakat yang bersikap apriori1 terhadap anak-anak jalanan ini. Mereka menganggap anak-anak itu sebagai sumber gangguan dan kegaduhan, yang perlu disingkirkan jauh-jauh dari mereka. Semakin banyaknya jumlah anak jalanan juga menunjukkan bukan hanya kegagalan keluarga dan masyarakat tapi juga negara dalam hal ini. Bukankah Indonesia adalah negara peserta yang telah meratifikasi konvensi hak anak PBB2 yang dalam salah satu pasalnya menyebutkan negara wajib menjamin dan memberikan perlindungan, dan perawatan terhadap kesejahteraan anak? Bukankah anak-anak tersebut merupakan anak-anak bangsa ini juga?

Catatan
1Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations)
2Kata "apriori" sudah menjadi sangat umum dalam bahasa Indonesia. Kata tersebut yang berasal dari bahasa Latin ‘a priori’ juga sering dipakai dalam bahasa-bahasa Eropa sebagai istilah filsafat (cf. Internet Encyclopedia of Philosophy) sedangkan dalam bahasa Indonesia 'apriori' sering digunakan dalam arti yang lebih sempit, yaitu 'tidak setuju', 'negatif', atau 'bermusuhan'.

Kegiatan 2—pr

  1. Apa fungsi dari imbuhan memper- seperti terdapat dalam kata memperparah? Cari beberapa kata lainnya dengan imbuhan yang sama (lihat Sneddon 1.235). Apa fungsinya juga sama?
  2. Dalam alinea yang berjudul “Anak Jalanan di Yogyakarta” terdapat sejumlah kata dengan imbuhan peN-. Apa fungsinya imbuhan tersebut? (lihat Sneddon (1.45-1.49)
  3. Di dalam teks ini terdapat sejumlah kata dengan imbuhan peN-...-an. Kata-kata tersebut dibentuk dari kata kerja transitif yang berimbuhan meN-, meN-...-i, dan meN-...-kan. Apa fungsi imbuhan peN-...-an tersebut (lihat Sneddon 1.87-1.92)? Pilih dua kata dan buat satu kalimat lengkap untuk setiap kata yang dipilih.

    tingkat
    meningkat
    peningkatan
    peta
    memetakan
    pemetaan
    damping
    mendampingi
    pendampingan
    layan
    melayani
    pelayanan
    amat
    mengamati
    pengamatan
    curi
    mencuri
    pencurian
    berdaya
    memberdayakan
    pemberdayaan

  4. Di dalam teks ini terdapat pula sejumlah kata dengan imbuhan ke-...-an yang sangat produktif dalam bahasa Indonesia (Sneddon 1.72-1.86). Apa fungsinya imbuhan tersebut? Pilih dua kata dan buat satu kalimat lengkap yang menggunakan kata yang dipilih.

    hidup kehidupan
    hadir kehadiran
    ber-ada keberadaan
    bebas kebebasan
    tidak harmonis ketidakharmonisan
    keras kekerasan
    ada keadaan
    banyak kebanyakan
    ter-gantung ketergantungan
    tidak se-imbang ketidakseimbangan
    sehat kesehatan
    hamil
    kehamilan
    rentan kerentanan
    gaduh kegaduhan
    gagal kegagalan
    sejahtera kesejahteraan

  5. Kata semakin terdapat beberapa kali dalam teks ini, yaitu di baris 2, 3, 14, 16 di bagian 1, dan baris 41 di bagian 2. Tulislah dua kalimat yang menggunakan semakin... semakin... (lihat Sneddon 4.90).
  6. Pasangan kata baik ... maupun... terdapat beberapa kali dalam teks ini, yaitu di baris 12-13 (bagian 1), dan baris 14 (bagian2). Tulislah dua kalimat yang menggunakan baik ... maupun... (lihat Sneddon 4.82).
  7. Memberi definisi kata pengamen. Tulislah sedikit-sedikitnya dua atau tiga kalimat lengkap. Gunakan Internet untuk lebih mengetahui apa itu "pengamen".
  8. Memberi definisi kata preman sebagaimana digunakan dalam teks ini. Pakailah Internet untuk lebih mengetahui apa itu preman. Tulislah sedikit-sedikitnya dua atau tiga kalimat lengkap.
  9. Gunakan Internet untuk mencari tiga kalimat yang mengandung kata rentan atau kerentanan. Terjemahkanlah ketiga kalimat tersebut.
  10. Di alinea 3 terdapat kata bertabrakan yang terdiri atas kata dasar tabrak dan imbuhan ber-...-an. Apa fungsi imbuhan tersebut (lihat Sneddon 1.255-1.260)?