Anak jalanan, khususnya anak jalanan perempuan,
sering terjebak dalam dunia pelacuran. Pada awalnya, anak-anak hanya bermaksud
untuk sekedar mencari kesenangan, seperti masuk ke diskotek-diskotek yang
mulai banyak tersebar di kota Medan dan kota-kota lainnya. Lama-kelamaan
anak menyatu dengan dunia tersebut dan mulai sulit melepaskan diri. Apalagi
kalau anak-anak terjebak di tangan germo, yang seringkali merangkap pacar
si anak sendiri. Anak-anak ini selalu sulit keluar dari dunianya karena
selalu dalam pengawasan germo. Acapkali bila mereka akan keluar, mereka
selalu mendapat perlakuan kekerasan. Beranjak dari persoalan ini maka
Yayasan KKSP mulai melakukan investigasi pada beberapa kawasan pelacuran
seperti diskotek-diskotek, plaza-plaza, kafe dan juga di jalanan. Dari
investigasi ini didapat bahwa anak-anak yang dilacurkan ternyata tidak
hanya berasal dari anak-anak jalanan, tetapi juga dari berbagai
latar belakang, termasuk anak yang mengalami perkosaan dari ayah tirinya,
anak yang ditipu dari pulau Jawa untuk dipekerjakan di Sumatra, dan anak
yang dendam pada laki-laki karena keperawanannya diambil oleh pacarnya.
Sumber: http://www.acra.or.id/eng/indo/kksp/
(diubahsuaikan oleh penulis).