Kegiatan 1— forum

  1. Apakah benar bahwa bagi seorang anak jalanan perempuan yang sudah terlanjur menjadi pekerja seks tidak mudah untuk keluar dari profesi itu?
  2. Bagaimana hubungan antara kehadiran seorang germo dengan ketidak-mudahan itu?
    Bagaimana hubungan antara trauma diperkosa dengan keputusan seseorang untuk menjadi seorang pekerja seks?

Kegiatan 2—teks

Anak jalanan, khususnya anak jalanan perempuan, sering terjebak dalam dunia pelacuran. Pada awalnya, anak-anak hanya bermaksud untuk sekedar mencari kesenangan, seperti masuk ke diskotek-diskotek yang mulai banyak tersebar di kota Medan dan kota-kota lainnya. Lama-kelamaan anak menyatu dengan dunia tersebut dan mulai sulit melepaskan diri. Apalagi kalau anak-anak terjebak di tangan germo, yang seringkali merangkap pacar si anak sendiri. Anak-anak ini selalu sulit keluar dari dunianya karena selalu dalam pengawasan germo. Acapkali bila mereka akan keluar, mereka selalu mendapat perlakuan kekerasan. Beranjak dari persoalan ini maka Yayasan KKSP mulai melakukan investigasi pada beberapa kawasan pelacuran seperti diskotek-diskotek, plaza-plaza, kafe dan juga di jalanan. Dari investigasi ini didapat bahwa anak-anak yang dilacurkan ternyata tidak hanya berasal dari anak-anak jalanan, tetapi juga dari berbagai latar belakang, termasuk anak yang mengalami perkosaan dari ayah tirinya, anak yang ditipu dari pulau Jawa untuk dipekerjakan di Sumatra, dan anak yang dendam pada laki-laki karena keperawanannya diambil oleh pacarnya.

Sumber: http://www.acra.or.id/eng/indo/kksp/ (diubahsuaikan oleh penulis).