Kegiatan 2 - Membaca

 
 

 

   Dengarkan rekaman ini dan baca artikel berikut.

Daftar Kata

 

Benteng Pelindung itu Runtuh Sudah

KOMPAS 17 Januari 2005      

[1] Salah satu penyebab masuknya serbuan gelombang tsunami ke daratan wilayah Nanggroe Aceh Darussalam hingga beberapa kilometer pada 26 Desember 2004 adalah kurangnya jalur hijau atau vegetasi di pantai barat Aceh.[1] Wilayah pantai itu tidak lagi memiliki hutan bakau atau mangrove yang berfungsi untuk penahan ombak (Kompas, 3/1).

[2] Rusaknya atau hilangnya hutan bakau di kawasan pantai tidak hanya terjadi di pantai barat Aceh, tetapi juga terjadi di sebagian besar kawasan pantai di Indonesia. Seperti di Jawa Tengah, saat ini sekitar 66,85 persen atau sekitar 1.219 hektar hutan bakau di Jawa Tengah dalam kondisi rusak, terutama yang berada di pantai utara Jawa.

[3] Kerusakan hutan bakau yang merupakan benteng pelindung kawasan pantai tersebut hampir semua akibat ulah manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Desakan kebutuhan ekonomi mendorong manusia membabat hutan bakau untuk dimanfaatkan sebagai kayu bakar atau arang, maupun untuk perluasan areal tambak.

[4] Pembabatan hutan bakau besar-besaran terjadi saat booming udang windu pada tahun 1980-an. Pada saat itu tambak terbuka memiliki konsep tidak boleh ada tanaman seperti bakau, atau tanaman pantai lainnya.

[5] Pola tambak seperti ini didukung penuh oleh pemerintah. Namun, areal tambak yang dulu menghasilkan berton-ton udang windu, sekarang ini tinggal kenangan. Tidak kurang dari 400 hektar tambak milik warga sejak tahun 1987 sedikit demi sedikit terkikis gelombang air Laut Jawa, dan semakin menjadi-jadi sejak tahun 1991. Tambak-tambak tersebut saat ini telah berubah menjadi laut! Hal itu terjadi karena hilangnya hutan bakau yang seharusnya bisa berfungsi menahan gelombang air laut agar tidak mencapai daratan. Kerusakan pantai seperti itu juga terjadi di berbagai tempat di Indonesia.

[6] Ahli ekologi bakau Universitas Diponegoro Dr Rudhi Pribadi mengemukakan, bencana tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara hendaknya mengingatkan kita akan pentingnya hutan bakau. Apalagi setidaknya ada 10 wilayah tsunami di Indonesia.

[7] Menurut Rudhi, perlu ada kesadaran masyarakat akan pentingnya hutan bakau di kawasan pantai. Selain dapat menahan gelombang tsunami, hutan bakau juga bermanfaat mencegah pengikisan pantai, stabilisasi sedimen, juga tempat berkembang biak dan berlindung biota laut yang bisa bermanfaat bagi warga di sekitar pantai.

Disadur dari http://www.kompas.com/kompas-cetak/0501/17/teropong/1499510.htm


[1] Refer to Kegiatan 2a if you have difficulties understanding this rather complex sentence.
Foto: Muara sungai dengan hutan bakau yang sebagian sudah rusak. Padang, Sumatra Barat. © Kozok 2004